Benarkah Maulid Nabi Adalah Amalan Yang Baik & Disyariatkan?

Maulidur Rasul Amalan Yang Baik & Disyariatkan?

💎 Al-Imam asy-Syafi’i رحمه الله berkata, “Barangsiapa yang menganggap baiknya suatu amalan (tanpa dalil), bererti ia telah membuat syari’at.” (Al-Muhalla fi Jam’il Jawaami’ 2/395)

📖 Allah berfirman (ertinya), “Jika kalian berselisih dalam suatu perkara maka kembalikanlah kepada Allah (iaini Al-Qur’an) dan RasulNya (iaini As-Sunnah), jika kalian benar-benar beriman kepada Allah dan hari kiamat.” (An-Nisaa’: 59)

📕 Nabi ﷺ berfirman, “Tidaklah Allah mengutus seorang Nabi kecuali wajib baginya untuk menunjukkan kepada umatnya segala kebaikkan yang diketahuinya, dan memperingatkan mereka dari kejelekkan yang diketahuinya.” (HR Muslim)

✅ Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah رحمه الله berkata, “Merayakan hari kelahiran Nabi ﷺ tidak pernah dilakukan oleh Salaf (iaini para Sahabat) رضي الله عنهم, meskipun ada peluang dan tidak ada penghalang tertentu bagi mereka untuk melakukannya. Kalaulah perayaan maulid ini murni suatu kebaikkan atau lebih besar kebaikkannya, pastilah kaum Salaf رضي الله عنهم orang yang lebih berhak merayakannya daripada kita. Kerana kecintaan dan pengagungan mereka kepada Rasul lebih besar dari yang kita miliki, demikian pula semangat mereka dalam meraih kebaikkan lebih besar daripada kita. (Iqtidha’ Shirathil Mustaqim: 2/122)

⁉️ Bagaimana pula dengan tabi’in, tabi’ut tabi’in dan imam-imam yang empat (Al-Imam Abu Hanifah, Malik, asy-Syafi’i dan Ahmad), apakah mereka merayakan Maulid Nabi ﷺ? Jawabnya adalah bahwa mereka sama sekali tidak pernah merayakannya.

🔥 Al-Imam Ibnu Katsir رحمه الله menyebutkan bahawa yang pertama kali mengadakan peringatan maulid Nabi adalah para raja kerajaan Fathimiyyah -Al-‘Ubaidiyyah yang dinasabkan kepada ‘Ubaidullah bin Maimun al-Qaddah al-Yahudi- mereka berkuasa di Mesir sejak tahun 357H hingga 567H. Para raja Fathimiyyah ini beragama Syi’ah Isma’iliyyah Rafidhiyyah. (Al-Bidayah Wan Nihayah 11/172). Demikian pula yang dinyatakan oleh Al Miqrizi dalam kitabnya al-Mawaa’izh Wal I’tibar 1/490. (Lihat ash-Shufiyyah karya asy-Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu hal. 43)

Jika Anda sudah mengetahui pengingkaran para ulama, Masihkah Merayakan Maulid Nabi?

📂 Sumber: www.buletin-alilmu.com

📚 ll مجموعة طريق السلف ll 📚
🌐 www.thoriqussalaf.com
🌐 http://telegram.me/thoriqussalaf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *