Keutamaan Tarawih

Oleh :
๐Ÿ’ปย  Al Ustadz Muhammad bin Umar As-Sewed –hafidzahullah

Shalat tarawih sangat dianjurkan oleh Rasulullah –Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam-walaupun beliau tidak mewajibkannya.ย  Diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah –Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam– bersabda:

ู…ูŽู†ู’ ู‚ูŽุงู…ูŽ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ ุฅููŠู…ูŽุงู†ู‹ุง ูˆูŽุงุญู’ุชูุณูŽุงุจู‹ุง ุบูููุฑูŽ ู„ูŽู‡ู ู…ูŽุง ุชูŽู‚ูŽุฏู‘ูŽู…ูŽ ู…ูู†ู’ ุฐูŽู†ู’ุจูู‡ู
โ€œBarangsiapa siapa yang menegakkan qiyamur ramadhan dengan keimanan dan mengharapkan pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah laluโ€. (HR. Bukhari dan Muslim)
Disyariatkan qiyamur ramadlan atau shalat tarawih secara berjama’ah, maka inilah yang lebih utama daripada shalat tarawih sendirian.
Diriwayatkan dari Abu Dzar bahwa dia berkata:
โ€œKami berpuasa bersama Rasulullah -Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam- pada bulan Ramadhan, maka beliau tidak menegakkan qiyamul lail bersama kami hingga tersisa tujuh hari.ย  Kemudian menegakkan qiyamul lail bersama kami ketika sudah tersisa sepertiga malam terakhir. Kemudian ketika tersisa enam hari, beliau tidak menegakkan qiyamul lail bersama kami. Kemudian ketika tersisa lima hari, beliau menegakkan qiyamul lail bersama kami, hingga lewat pertengahan malam.ย  Kemudian aku (Abu Dzar) berkata: “Wahai Rasulullah, alangkah baiknya sekiranya engkau menambahi shalat sunnah pada sisa malam ini untuk kami!.” Maka Rasulullah -Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam- bersabda:
ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ูŽ ุฅูุฐูŽุง ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ู…ูŽุนูŽ ุงู„ู’ุฅูู…ูŽุงู…ู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูŽู†ู’ุตูŽุฑูููŽ ุญูุณูุจูŽ ู„ูŽู‡ู ู‚ููŠูŽุงู…ู ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉู
โ€œSesungguhnya seseorang jika shalat bersama imamย  hingga selesai, maka dicatat baginya sebagai shalat seluruh malam”. […]

Berpuasa dan berhari raya bersama Kaum Muslimin

Oleh :
๐Ÿ’ปย  Al Ustadz Muhammad bin Umar As-Sewed -hafidzahullah-

Dari Abu Hurairah -radhiallahu ‘anhu- bahwasanya Nabiย  -shallallahu ‘alaihi wa sallam- telah bersabda :
ุงู„ุตู‘ูŽูˆู’ู…ู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุชูŽุตููˆู…ููˆู†ูŽ ูˆูŽุงู„ู’ููุทู’ุฑู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุชููู’ุทูุฑููˆู†ูŽ ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽุถู’ุญูŽู‰ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุชูุถูŽุญู‘ููˆู†ูŽ
โ€œPuasa itu adalah hari ketika kalian seluruhnya berpuasa, Idul Fitri adalah hari di manaย  kalian berbuka dan Idul Adha adalah hari ketika kalian menyembelih kurbanโ€. (HR. Tirmidzi, dengan Tuhfatul Ahwadzi, 2/37)
Hadits tersebut dikeluarkan oleh Imam At- Tirmidzi dari Ishaq bin Ja’far bin Muhammad, dia berkata: “Menyampaikan kepadaku Abdullah bin Ja’far dari Utsman bin Muhammad dari Abi Hurairahย  -radhiallahu ‘anhu-โ€.
Imam At-Tirmidzi mengomentari hadits ini dengan ucapan: “Hadits hasan gharib.”
Asy-Syaikh al-Albani berkata : “Saya katakan bahwa sanad hadits ini bagus, para perawinya semua tsiqah (terpercaya). Hanya pada Utsman bin Muhammad yaitu Ibnul Mughirah bin Akhnas ada pembicaraan sedikit tentangnya. Berkata al-Hafidh dalam at-Taqrib: Jujur, namun kadang keliru”. (Silsilah al-Ahaadits ash-Shahihah, hadits no. 224, hal. 440)
Hadits ini juga diriwayatkan oleh Al Baihaqi, Ibnu Majah, Ad Daruquthni dan Abu Dawud, dari jalan-jalan yang lain.
Selain itu ada pula hadits mauquf yang semakna dengan ini dari Aisyah dikeluarkan oleh al-Baihaqi dari jalan Abu Hanifah, Ia berkata : […]

Al-Qurโ€™an adalah Mukjizat Terbesar Nabi Muhammad -shalallahuโ€™alaihi wa sallam- (II)

Oleh :
๐Ÿ’ปย  Al Ustadz Muhammad bin Umar As-Sewedhafidzahullah

Diriwayatkan dalam Tafsir Ibnu Katsir riwayat tentang seorang tokoh musyrikin yang ahli dalam bidang syair dan bahasa Arab yaitu Walid ibnu Mughirah Al- Makhzumi ia pernah mendengarkan ayat-ayat Al-Qurโ€™an, ketika dibacakan ia terkagum-kagum dan berkata: “Duhai sangat menakjubkan apa yang telah dibaca oleh Ibnu Abi Kabsah (yang dimaksud Ibnu Abi Kabsah adalah Rasulullahย  -shalallahu’alaihi wa sallam-, namun dia menyebutkan dengan anak tukang kambing untuk menghinakannya – semoga Allah melaknat Walid ibnu Mughirah-) kemudian Walid melanjutkan: โ€œSungguh demi Allah ini bukan syair, bukan sihir, bukan pula igauan orang gila, sesungguhnya ucapan itu betul-betul dari ucapan Allah”.
Ketika orang-orang Quraisy mendengar pujian Walid terhadap ayat-ayat Al-Qurโ€™an, maka merekapun berkumpul dan bermusyawarah, bagaimana menghalangi Walid agar jangan masuk Islam. Maka berkata Abu Jahl :โ€œBiar aku yang mengurusinya “.
Maka berangkatlah Abu Jahl kerumahnya kemudian berkatalah Abu Jahl (A) Kepada Walid (W);
A :โ€œWahai pamanku sesungguhnya kaummu sedang mengumpulkan harta untukmu!โ€
W :โ€œMengapa? bukankah aku orang yang paling kaya dan banyak keturunannya di negeri ini ?โ€

[…]

BEDA ANTARA TA’ALUM & MUTA’ALIM

Syaikh Dr. Rabie’ bin Hadi –hafidzhahullah– ditanya: telah tersebar di negeri ini praktik-praktik ta’aalum (yaitu orang-orang yang sok tahu dalam agama) hingga sebagian salafiyin sangat berhati-hati dan tidak mau berbicara menyampaikan ilmu karena khawatir terjatuh dalam ta’aalum. Sebagian orang awam menganggap siapa yang mengajarkan Tauhid dan Sunnah adalah seorang yang muta’aalim (orang yang sok alim).

Maka bagaimanakah pendapatmu, semoga Allah menjagamu?

Jawab:
At ta’aalum adalah seorang dalam tingkatan tertentu, kemudian mengangkat dirinya di atas tingkatannya. […]