Audio Dauroh Cirebon: Berpegang dengan Sunnah Jalan Keselamatan dari Radikalisme di Tanah Air

بِسْمِ ٱللّٰهِ ٱلرَّحْمٰنِ ٱلرَّحِيمِ

📡 Audio Tabligh Akbar di Masjid Al Jamaah Kompleks Pertamina Cirebon: Berpegang Dengan Sunnah Jalan Keselamatan dari Radikalisme di Tanah Air

📆 Ahad, 26 Rabi’ul Awwal 1437 / 25 Desember 2016

🎙Pemateri :
💺 Al Ustadz Muhammad bin Umar Assewed hafidzahullah

💺Al Ustadz Ruwaifi’ bin Sulaimi hafidzahullah

🎙Pembukaan Al Ustadz Muhammad Umar As Sewed […]

Tabligh Akbar Cirebon: Berpegang Dengan Sunnah Jalan Keselamatan dari Radikalisme di Tanah Air

Alhamdulillah,

📢 Kembali hadir Kajian Ilmiyah Islamiyah/Tabligh Akbar di Cirebon, insya Allah

🔶 Menghadirkan Pemateri :

💺Al Ustadz Ruwaifi bin Sulaimi,Lc, hafidzahullah (Pengasuh Ma’had As salafy Jember)

💺Al Ustadz Muhammad bin Umar As-Sewed, hafidzahullah (Pengasuh Ma’had Dhiyaus Sunnah, Cirebon)

📝Tema:

🔶 BERPEGANG DENGAN SUNNAH JALAN KESELAMATAN DARI RADIKALISME DI TANAH AIR […]

Masihkah Merayakan Maulid Nabi?

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata: “Merayakan hari kelahiran Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah dilakukan oleh Salaf (yakni para sahabat) radhiallahu anhum, meski ada peluang dan tidak ada penghalang tertentu bagi mereka untuk melakukannya. Kalaulah perayaan maulid ini murni suatu kebaikan atau lebih besar kebaikannya, pastilah kaum Salaf radhiallahu anhum orang yang lebih berhak merayakannya daripada kita. Karena kecintaan dan pengagungan mereka kepada Rasul lebih besar dari yang kita miliki, demikian pula semangat mereka dalam meraih kebaikan lebih besar daripada kita. (Iqtidha’ Shirathil Mustaqim: 2/122)

Hari kelahiran Nabi mempunyai keutamaan di sisi Allah Subhanahu wata’ala. Berkata Ibnu Qayyim Al Jauziyyah rahimahullah: “Nabi Muhammad dilahirkan pada tahun gajah. Peristiwa ini (yakni dihancurkannya tentara bergajah yang dipimpin oleh Abrahah ketika hendak menyerang Ka’bah) adalah sebagai bentuk pemuliaan Allah kepada Nabi-Nya dan Baitullah Ka’bah.” (Zaadul Ma’ad: 1/74)

Lalu apakah dengan kemuliaan tersebut lantas disyari’atkan untuk memperingatinya? Para pembaca yang budiman, ketahuilah bahwa tolok ukur suatu kebenaran adalah Al Qur’an dan As Sunnah dengan pemahaman Salaful Ummah dari kalangan sahabat Nabi . Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman (artinya): “Jika kalian berselisih dalam suatu perkara maka kembalikanlah kepada Allah (yakni Al Qur’an) dan Rasul-Nya (yakni As Sunnah), jika kalian benar-benar beriman kepada Allah dan hari kiamat.” (An Nisaa’: 59) […]