?Keutamaan Ilmu bagian I?

beda alim dan bodoh? SEORANG YANG BERILMU AKAN SELAMAT DARI PENYIMPANGAN ?
Oleh
? Ustadz Muhammad bin Umar As-Sewed -hafidzahullah-
 

? Memang beda seorang yang berilmu dengan yang tidak berilmu. Seorang yang berilmu tentu akan lebih yakin daripada orang yang tidak berilmu. Seorang yang berilmu tentu akan beramal lebih tepat dan lebih sempurna daripada seorang yang beramal serampangan . Seorang yang berilmu akan bersikap lebih tepat daripada orang-orang yang bodoh yang diombang-ambingkan perasaan emosionalnya.

? Allah -Ta’ala- berfirman :

قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لا يَعْلَمُونَ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الألْبَابِ

Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran”. (Az-Zumar:9)

? Pada ayat ini Allah katakan setelah menyebutkan orang-orang shalih yang berdiri di tengah-tengah malam, beribadah kepada Allah -Subhanahu wa Ta’ala- dengan khusyu dan ikhlas mengharapkan kebaikan di akhirat dan takut dari  adzab-Nya. […]

Audio Rekaman Dauroh “PKI Partai Komunis”

Audio Rekaman Dauroh/Tabligh Akbar di Cirebon

? Pembicara:

?Al Ustadz Muhammad bin Umar As-Sewed hafidzohulloh (Pengasuh PonPes Dhiyaus-Sunnah, Cirebon)

?Al Ustadz Ayip Syafruddin hafidzohulloh (Redaktur Ahli Majalah Asy-Syariah)

Tema:
? PKI adalah Partai Teroris

Waktu: Ahad, 25 Dzulqo’dah 1437 H / 28 Agustus 2016 M

Pukul: 09.00 WIB s.d selesai

Tempat: Masjid Al Ittihad Islamic Center Jl. Tuparev, belakang kantor PLN Cirebon

Audio:
Sesi 1:http://bit.ly/2bQuySK

Sesi 2:http://bit.ly/2bI3hBD

Sesi 3: http://bit.ly/2bqBzvn

Sesi 4: http://bit.ly/2bR4zLe

Sesi Tanya-Jawab: http://bit.ly/2bP803N

Nasehat Para Ulama Untuk Mencari Ilmu (III)

Oleh
? Ustadz Muhammad bin Umar As-Sewed -hafidzahullah-
? IKHLAS DALAM MENCARI ILMU

? Langkah pertama dalam mencari ilmu adalah niat yang ikhlas .

? Diriwayatkan Imam Muslim dari Abu Hurairah -radhiallahu’anhu- bahwa ia mendengar Rasulullah -shallallahu’alaihi wa sallam- bersabda: ”Pada hari kiamat nanti dihadirkan seorang laki-laki yang mati dalam perang fii sabilillah. Kemudian diperlihatkan kepadanya nikmat-nikmat Allah hingga ia mengakuinya. Selanjutnya dia ditanya, “Apa yang telah engkau perbuat di dunia?” Ia menjawab,”Aku telah berperang demi Engkau (Allah) hingga terbunuh.” Allah berkata, “Dusta engkau! Engkau berperang bukan karena Aku, tapi supaya engkau disebut pahlawan. Kini gelar itu telah engkau peroleh.” Lalu orang itu diseret ke neraka dengan wajah tersungkur.
Kemudian didatangkan orang kedua yakni seorang laki-laki pembaca Al-Qur’an (Qoori’), rajin menuntut ilmu dan selalu mengajarkan ilmunya kepada orang lain. Lalu dia ditanya, “Apa yang telah engkau perbuat?” Dia menjawab,”Aku mempelajari berbagai ilmu dan menerangkannya kembali kepada manusia dan aku juga sering membaca Al-Qur’an karena-Mu.” Allah menjawab,”Dusta engkau! Engkau belajar dan mengajar bukan karena Aku. Bacaan Al-Qur’anmu juga bukan karena Aku. Engkau belajar dan mengajar agar dikatakan pintar dan orang ‘alim. Kini sebutan itu telah engkau peroleh. Bacaan Al-Qur’anmu juga bukan karena Aku, tapi agar engkau diberi gelar Qoori’ dan itu telah engkau dapatkan.” Kemudian iapun diseret ke neraka dengan wajah tersungkur. […]

Nasehat Para Ulama Untuk Mencari Ilmu (II)

Oleh: Al-Ustadz Muhammad Umar As-Sewed -hafidzahullah-
ILMU YANG WAJIB ADALAH ILMU AL-QUR’AN DAN HADITS

Yang dimaksud dengan ilmu dalam Ayat dan Hadits dan juga di dalam ucapan para Ulama adalah ilmu agama yang bersumber dari Al-Kitab dan As-Sunnah. Yaitu mempelajari Al-Qur’an dengan Sunnah-Sunnah karena Hadits Rasulullah -shallallahu’alaihi wa sallam-, apakah ucapannya, perbuatannya, ataupun sikap-sikap dan persetujuannya merupakan penjabaran terhadap Al-Qur’an, sehingga mempelajari hadits Rasulullah -shallallahu’alaihi wa sallam- akan membawa seseorang untuk memahami Al-Qur’an dengan benar.

? Sebagaimana para Shahabat -radhiallahu’anhum ajmain- ketika mereka mendengar hadits mereka mengingat-ingatnya dan menghafalnya.

? Berkata Anas bin Malik -radhiallahu’anhu-: ”Ketika kami (para Shahabat) disisi Rasulullah -shallallahu’alaihi wa sallam- mendengarkan hadits dari beliau, maka kamipun berupaya mempelajarinya di kalangan kami dan mengingat-ingatnya hingga kami hafal”(Jami’ liakhlaqir-Rawi lil- Khatib Al-Baghdadi 1/236). […]