Keimanan Kepada Nabi Muhammad -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- (II)

gua hiraOleh :
💻  Al Ustadz Muhammad bin Umar As-Sewed -hafidzahullah-

Setelah kita mengimani sifat basyariah Nabi -shalallahu ‘alaihi wa sallam-  kitapun dituntut untuk mengimani sifat kerasulannya. Sebagaimana Allah -Subhanahu wa Ta’ala- berfirman :

قُلْ سُبْحَانَ رَبِّي هَلْ كُنْتُ إِلَّا بَشَرًا رَسُولًا

“Katakanlah: “Maha Suci Tuhanku, bukankah aku ini kecuali hanya seorang manusia yang menjadi rasul?”(Al-Israa’:93)
Sifat kerasulan inilah yang diingkari oleh kaum musyrikin. Mereka tidak menerima kalau ada seorang manusia diutus sebagai Rasul. Allah -Ta’ala- berfirman tentang mereka :

وَمَا مَنَعَ النَّاسَ أَنْ يُؤْمِنُوا إِذْ جَاءَهُمُ الْهُدَىٰ إِلَّا أَنْ قَالُوا أَبَعَثَ اللَّهُ بَشَرًا رَسُولًا

“Dan tidak ada sesuatu yang menghalangi manusia untuk beriman tatkala datang petunjuk kepadanya, kecuali perkataan mereka:”Adakah Allah mengutus seorang manusia menjadi rasul?” (Al-Israa’:94)
Maka walaupun Ahlus-Sunnah meyakini bahwa Nabi Muhammad -shalallahu ‘alaihi wa sallam- adalah seorang manusia, namun mereka meyakini bahwa ia adalah seorang manusia yang memiliki keistimewaan-keistimewaan: ia adalah sebaik-baik manusia, manusia pilihan, seorang yang diutus sebagai Rasul, pembawa agama ini kepada manusia dan seorang yang diwahyukan kepadanya ayat-ayat Al-Qur’an dari Allah -Subhanahu wa Ta’ala- untuk diterangkan kepada manusia. » Read more

Hikmah Dakwah Nabi Ibrahim bagian 3

book-ikhlas

Sekali lagi Allah subhanahu wa ta’ala menyempurnakan nikmat-Nya kepada Ibrahim ‘alaihissalam dan merahmati pula istrinya Sarah yang telah berusia lanjut dan mandul dengan berita gembira akan lahirnya seorang putra dari rahimnya, yaitu Ishaq ‘alaihissalam.

Sebagaimana dengan nabi-nabi terdahulu, ketika Allah subhanahu wa ta’ala mengutus Nabi Luth ‘alaihissalam kepada kaumnya, mereka juga mendurhakainya. Allah subhanahu wa ta’ala pun kemudian memutuskan untuk menyiksa mereka. Nabi Luth ‘alaihissalam sendiri boleh disebut sebagai murid Nabi Ibrahim ‘alaihissalam sehingga hak Nabi Ibrahim ‘alaihissalam terhadapnya sangat besar.

Datanglah para malaikat yang diutus untuk menghancurkan kaum Nabi Luth ‘alaihissalam kepada Nabi Ibrahim ‘alaihissalam dalam wujud manusia. Ketika mereka menemuinya dan mengucapkan salam, beliau menjawab salam itu dan segera menjamu mereka. Allah subhanahu wa ta’ala memberi rezeki yang luas dan kedermawanan kepada beliau di mana rumah beliau merupakan persinggahan para tamu.

Diam-diam beliau segera menemui istrinya kemudian menjumpai tamunya sambil membawa daging anak sapi gemuk yang telah matang dan menyuguhkannya kepada mereka. Beliau berkata,

» Read more

SALAFIYYAH TIDAK AKAN PERNAH BERAKHIR

jalan panjang

🔉Syaikh Muhammad Amman al-Jami rahimahullah berkata:

“Barangsiapa yang diberi keteguhan oleh Allah Ta’ala dan teguh di atas aqidah yang diyakini oleh Rasulullah ‘Alaihish Shalatu Wassalam terhadap Rabbnya dalam menetapkan seluruh sifat Allah Ta’la–dan ini yang diyakini para sahabat dan tabi’in– barangsiapa berjalan di atas manhaj ini, niscaya dia termasuk golongan yang selamat bagaimanapun zaman yang akan datang.

Manhaj yang baik itu telah diketahui dan sudah menjadi kesepakatan. Barangsiapa ingin menjadi termasuk golongan yang selamat–dengan ijin Allah Ta’ala dan taufiq-Nya–hendaknya dia belajar manhaj. Hendaknya dia yakin dalam memahami manhaj dan berjalan di atas manhaj ini. Hendaknya dia tidak melihat waktu yang dia berada padanya. Karena arti salafiyyah–sebagaimana anggapan sebagian orang yang sok pintar–masa sementara yang telah berakhir!
» Read more

Keimanan Kepada Nabi Muhammad -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- (I)

RasulullahOleh :
💻  Al Ustadz Muhammad bin Umar As-Sewed -hafidzahullah-

1.Sifat Basyariyah Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam-
Beriman dengan kerasulan Nabi Muhammad -shalallahu’alaihi wa sallam- adalah beriman bahwa seorang manusia, laki-laki, dari kalangan Arab, dari suku Quraisy, dari Bani Hasyim, yang bernama Muhammad bin Abdillah -shalallahu ‘alaihi wa sallam-  adalah seorang Rasul yang diutus oleh Allah -Subhanahu wa Ta’ala- untuk menyampaikan risalah dakwah tauhid.
Dikatakan seorang manusia karena dia tidak memiliki sifat ketuhanan, tidak memiliki sifat Rububiyah, Uluhiyah atau sifat-sifat yang khusus bagi Allah -Subhanahu wa Ta’ala-.  Allah berfirman :
قُلْ سُبْحَانَ رَبِّي هَلْ كُنْتُ إِلَّا بَشَرًا رَسُولًا
“Katakanlah: “Maha Suci Tuhanku, bukankah aku ini kecuali hanyalah seorang manusia biasa yang menjadi rasul?”(Al-Israa : 93)
قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَىٰ إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ
“Katakanlah: “Bahwasanya aku hanyalah seorang manusia seperti kamu, diwahyukan kepadaku bahwasanya Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa”.  (Fushilat : 6)
قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَىٰ إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ
“Katakanlah: “Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: “Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Esa”.(Al-Kahfi : 110)
Dalam ayat-ayat diatas Allah memerintahkan kepada Nabi-Nya agar menyatakan bahwa dirinya memang manusia biasa, » Read more

Hikmah Dakwah Nabi Ibrahim ke 2

book-ikhlasKarena menghancurkan seluruh berhala milik kaumnya—hanya menyisakan patung yang paling besar—Nabi Ibrahim ‘alaihissalam pun ditangkap dan dibawa ke tengah lapangan. Namun sesungguhnya inilah yang diharapkan beliau agar dirinya bisa menegakkan hujjah (keterangan) di depan orang banyak.

Setelah kaumnya berkumpul, Nabi Ibrahim ‘alaihissalam dibawa ke hadapan mereka:

قَالُوٓاْ ءَأَنتَ فَعَلۡتَ هَٰذَا بِ‍َٔالِهَتِنَا يَٰٓإِبۡرَٰهِيمُ ٦٢ قَالَ بَلۡ فَعَلَهُۥ كَبِيرُهُمۡ هَٰذَا

“Mereka bertanya, ‘Apakah kamu yang melakukan perbuatan ini terhadap sesembahan kami, wahai Ibrahim?’ Ibrahim menjawab, ‘Sebenarnya patung yang besar itulah yang melakukannya….’.” (al-Anbiya: 62—63)

Nabi Ibrahim ‘alaihissalam berkata demikian sambil memberi isyarat ke arah patung yang masih utuh. Kaum Nabi Ibrahim ‘alaihissalam berada dalam dua posisi: mau mengakui kebenaran karena tidak mungkin (tidak masuk akal) bila sebuah benda padat yang dibuat oleh tangan mereka sendiri mampu melakukan penghancuran terhadap patung-patung lain, atau mengatakan bahwa patung itulah yang menghancurkan patung-patung lain dan Nabi Ibrahim ‘alaihissalam bebas dari tuduhan. Padahal sudah sama diketahui bahwa mereka tidak akan mungkin menjawab dengan jawaban kedua. Nabi Ibrahim ‘alaihissalam mengatakan sebagaimana dalam firman Allah subhanahu wa ta’ala:

فَسۡ‍َٔلُوهُمۡ إِن كَانُواْ يَنطِقُونَ ٦٣

“Maka tanyakanlah kepada berhala itu, kalau mereka memang dapat berbicara.” (al-Anbiya: 63)

(Ayat) ini menghubungkan suatu masalah dengan sesuatu yang mereka ketahui bahwa itu adalah mustahil. Pada waktu itu tampak jelas kebenaran, mereka pun mengakuinya dan kembali kepada kesadaran, lalu berkata sebagaimana diceritakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala:

إِنَّكُمۡ أَنتُمُ ٱلظَّٰلِمُونَ ٦٤ ثُمَّ نُكِسُواْ عَلَىٰ رُءُوسِهِمۡ

“Sesungguhnya kamu sekalian adalah orang-orang yang menzalimi (diri sendiri). Kemudian kepala mereka jadi tertunduk..” (al-Anbiya: 64—65)

Yakni, mereka mengakui kebatilan sifat Ilahiyyah pada berhala tersebut dalam waktu yang begitu singkat. Tampak hujjah Nabi Ibrahim ‘alaihissalam saat itu juga, sehingga tidak mungkin lagi bagi mereka untuk sombong menolak kebenaran tersebut.

» Read more

Bagaimana Cara Menghilangkan Sifat Sombong dan Menjadi Rendah Hati

tidak sombong

🔉Al Imam Ibnu Baz rahimahullah

Pertanyaan:
Banyak sekali teks syariat dari Al-Qur’an dan sunah yang memerintahkan untuk bersikap tawaduk (rendah hati) kepada Allah dan seluruh makhluk, memuji orang -orang yang bersikap tawaduk, dan menjelaskan balasan yang akan mereka terima di dunia. Selain itu, banyak sekali teks yang melarang sikap sombong dan menjelaskan hukuman bagi orang -orang yang sombong. Pertanyaannya, bagaimana cara menghilangkan sifat sombong dan menjadi orang yang tawaduk?

Jawaban: Tidak diragukan lagi bahwa setiap muslim harus waspada dari sifat sombong dan selalu bersikap rendah hati. Barangsiapa “Berendah hati karena Allah satu derajat, maka Allah akan meninggikan satu derajat.” Barangsiapa bersikap sombong, maka dia terancam dihinakan Allah. Semoga Allah melindungi kita dari hal itu. Seorang lelaki berkata, “Rasulullah, aku ingin pakaianku baik dan sandalku baik. Apakah hal itu termasuk kesombongan?” Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menjawab, » Read more

Hikmah Dakwah Nabi Ibrahim

book-ikhlas
Dalam berdakwah menghadapi kaumnya, Nabi Ibrahim ‘alaihissalam banyak melakukan dialog yang penuh dengan hikmah dan hujjah, yang bila hati seseorang masih bersih niscaya akan menerima dakwah beliau. Namun mereka tetap pada kekafirannya, termasuk ayah Nabi Ibrahim ‘alaihissalam sendiri.

Allah subhanahu wa ta’ala telah menyebutkan dalam Al-Qur’an berbagai berita dan sejarah Nabi Ibrahim ‘alaihissalam. Dalam kisah itu terdapat teladan bagi kita terhadap para nabi secara umum, khususnya Nabi Ibrahim ‘alaihissalam. Karena sesungguhnya Allah  subhanahu wa ta’ala telah memerintahkan Nabi kita dan kita semua untuk mengikuti millah (agama) Ibrahim. Yang dimaksud adalah akidah atau keyakinan, akhlak dan amalan beliau.

Allah subhanahu wa ta’ala telah menganugerahkan hidayah kepada Nabi Ibrahim ‘alaihissalam dan mengajarkannya hikmah sejak masih kecil. Allah subhanahu wa ta’ala perlihatkan kepada beliau kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala di langit dan bumi. Karena inilah beliau menjadi manusia yang paling kuat keyakinan dan ilmunya dalam agama serta paling besar kasih sayangnya kepada sesama hamba Allah subhanahu wa ta’ala.

Allah subhanahu wa ta’ala utus Nabi Ibrahim ‘alaihissalam ke tengah-tengah kaum musyrikin yang menyembah matahari, bulan, dan bintang. Mereka adalah ahli-ahli filsafat Shabi’ah[1] yang merupakan golongan yang paling keji dan paling besar bahayanya terhadap hamba Allah subhanahu wa ta’ala. Nabi Ibrahim ‘alaihissalam telah berusaha mengajak mereka dengan berbagai cara.

» Read more

[AUDIO] Kitab Al Mulakhosul Fiqhi

download-pdf-ebooks.org-wq-10637📤 DOWNLOAD MP3 kajian Kitab Al Mulakhosul Fiqhi

🎙Pemateri al-Ustadz Helmi Abdul Qodir Bajri -hafidzhahullah-

🕰Kajian ini dilaksanakan setiap hari Ahad jam 10.00 wib s.d selesai

🕌Tempat Kajian : Masjid Abu Bakar ash Shiddiq, Kompleks Ma’had Dhiyaus Sunnah. Jl. Elang Raya – Dukuh Semar Gg. Putat RT 06/RW 03, Kel. Kecapi, Kec. Harjamukti. 45142

🗺 Peta Google : http://goo.gl/maps/7n7jl

📚 Download Kitab Al Mulakhosul Fiqhi pdfnya jilid 1 disini dan jilid 2 disini.

(Kitab yang ada pada link ini mungkin berbeda dengan kitab yang dipakai oleh al-Ustadz Helmi Abdul Qodir Bajri -hafidzahullah- saat pembahasan, tapi inti pembahasan dan matannya sama in syaa Allah)

📤 Download Audio (MP3) Lengkapnya di bawah ini ▼ (In syaa Allah diupdate setiap ada kajian baru).

▶ Silahkan dicopy dan didownload untuk kepentingan dakwah dan Tholabul ilmi (dengan tetap mencantumkan sumbernya)

» Read more

MENISBATKAN KEPADA MADZHAB IMAM YANG EMPAT

4 madzhab🔉Syaikh Shalih bin Fawzan al-Fawzan hafizhahullah

Pertanyaan:
Bolehkah fanatik kepada suatu mazhab (pendapat) yang  seseorang menganutnya pada salah satu hukum syariat meskipun dalam hal ini menyelisihi dengan yang benar? Ataukah boleh meninggalkannya dan mengikuti madzhab yang benar pada sebagian hal? Dan apa hukum berpegang satu madzhab saja?

Jawaban:
Bermadzhab dengan salah satu madzhab imam yang empat yaitu madzhab imam ahlussunnah yang empat yang sudah terkenal yang ada, dihafal dan ditulis kaum muslimin serta  menisbatkan kepada salah satu madzhab tidak terlarang. Maka dikatakan: fulan Syafi’i, , fulan Hanafi, dan fulan Maliki. Julukan ini sudah ada sejak dulu diantara ulama bahkan pada ulama senior dikatakan fulan.Hanbali seperti dikatakan Ibnu Taimiyyah al-Hanbali, Ibnul Qayyim al-Hanbali dan lainnya tidaklah mengapa.
Sehingga sekedar menisbatkan kepada suatu madzhab tidak terlarang, namun dengan syarat tidak terbelenggu dengan madzhab tersebut sehingga diambil semua perkara yang ada, baik yang haq maupun batil, baik yang benar maupun yang salah. Akan tetapi diambil darinya perkara yang benar dan apa yang diketahui sebagai kesalahan tidak boleh diamalkan. Adapun jika tampak baginya pendapat yang kuat, maka dia wajib » Read more

Kisah Nabi Shalih dan Kaum Tsamud

Peninggalan TsamudBangsa Tsamud dapat dikatakan sebagai bangsa ‘Aad yang kedua. Mereka tinggal di daerah Hijr (sekitar 300 km utara Madinah arah Jordania) dan sekitarnya. Bangsa ini memiliki peternakan dan pertanian yang demikian berlimpah. Kenikmatan demi kenikmatan datang silih berganti. Mereka mampu mengubah bumi yang datar menjadi istana yang mempunyai hiasan begitu indah. Juga gunung-gunung cadas menjulang mereka ubah menjadi gedung-gedung yang indah. Namun mereka tidak mengakui bahwa semua nikmat itu berasal dari Allah ‘azza wa jalla. Mereka mengingkari itu semua. Yang lebih parah lagi, mereka melakukan peribadatan kepada selain Allah ‘azza wa jalla.

Allah ‘azza wa jalla  kemudian mengutus kepada bangsa Tsamud, saudara mereka yang berasal dari kabilah mereka sendiri, yakni Nabi Shalih ‘alaihissalam. Mereka telah mengenal silsilah keturunan dan kedudukan Nabi Shalih ‘alaihissalam, juga keutamaan, kemuliaan, kejujuran, serta sikap amanahnya.

» Read more

1 2 3 18