🔞 ⛔ HATI-HATI DARI DUA SUMBER DOSA INI

🔞 ⛔ *HATI-HATI DARI DUA SUMBER DOSA INI*

✍🏻 Dari Sahl bin Sa’d -radhiallahu’anhu- dari Rasulullah ﷺ, beliau bersabda :

🔐 _”Barangsiapa yang siap menjamin untukku anggota tubuh yang ada di antara dua jenggot dan dua kakinya, maka aku siap menjamin baginya surga.”_ *(H.R Bukhori dalam Shahihnya -6474)*

💬 _*Al Hafidz Ibnu Abdil Barr -rahimahullah-*_ berkata:

👉🏻📜 _”Dalam hadits ini ada dalil yang menunjukkan bahwa dosa terbesar tidaklah terjadi kecuali dari mulut dan kemaluan._ […]

Tetap Sabar dan Istiqomah Saat Musibah Datang

tsunami di teluk palu sulawesi tenggara

(Audio & Transkrip) Teleconference Taushiyah Al-Ustadz Muhammad Umar As-Sewed untuk Ikhwah Palu Sulteng

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
إِنَّ الْحَمْدَ لله نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بلله مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ الله فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إله إلا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ, صلى الله عليه وعلى آله وأصحابه والتابعين و تابع التابعين و من تابعهم بإحسان إلى يوم الدين
ﻳَﺎﺃَﻳُّﻬﺎَ ﺍﻟَّﺬِﻳْﻦَ ﺀَﺍﻣَﻨُﻮﺍ ﺍﺗَّﻘُﻮﺍ ﺍﻟﻠﻪَ ﺣَﻖَّ ﺗُﻘَﺎﺗِﻪِ ﻭَﻻَ ﺗَﻤُﻮْﺗُﻦَّ ﺇِﻻَّ ﻭَﺃَﻧﺘُﻢْ ﻣُّﺴْﻠِﻤُﻮْﻥَ.
ﻳَﺎﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﺍﺗَّﻘُﻮْﺍ ﺭَﺑَّﻜُﻢُ ﺍﻟَّﺬِﻱْ ﺧَﻠَﻘَﻜُﻢْ ﻣِّﻦْ ﻧَﻔْﺲٍ ﻭَﺍﺣِﺪَﺓٍ ﻭَﺧَﻠَﻖَ ﻣِﻨْﻬَﺎ ﺯَﻭْﺟَﻬَﺎ ﻭَﺑَﺚَّ ﻣِﻨْﻬُﻤَﺎ ﺭِﺟَﺎﻻً ﻛَﺜِﻴْﺮًﺍ ﻭَﻧِﺴَﺂﺀً ﻭَﺍﺗَّﻘُﻮﺍ ﺍﻟﻠﻪَ ﺍﻟَّﺬِﻱْ ﺗَﺴَﺂﺀَﻟُﻮْﻥَ ﺑِﻪِ ﻭَﺍْﻷَﺭْﺣَﺎﻡَ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠﻪَ ﻛَﺎﻥَ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺭَﻗِﻴبا
ﻳَﺎﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳْﻦَ ﺀَﺍﻣَﻨُﻮﺍ ﺍﺗَّﻘُﻮﺍ ﺍﻟﻠﻪَ ﻭَﻗُﻮْﻟُﻮْﺍ ﻗَﻮْﻻً ﺳَﺪِﻳْﺪًﺍ. ﻳُﺼْﻠِﺢْ ﻟَﻜُﻢْ ﺃَﻋْﻤَﺎﻟَﻜُﻢْ ﻭَﻳَﻐْﻔِﺮْ ﻟَﻜُﻢْ ﺫُﻧُﻮْﺑَﻜُﻢْ ﻭَﻣَﻦْ ﻳُﻄِﻊِ ﺍﻟﻠﻪَ ﻭَﺭَﺳُﻮْﻟَﻪُ ﻓَﻘَﺪْ ﻓَﺎﺯَ ﻓَﻮْﺯًﺍ ﻋَﻈِﻴْﻤًﺎ.
ﺃَﻣَّﺎ ﺑَﻌْﺪُ؛ ﻓَﺈِﻥَّ ﺃَﺻْﺪَﻕَ ﺍﻟْﺤَﺪِﻳْﺚِ ﻛِﺘَﺎﺏُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺧَﻴْﺮَ ﺍﻟْﻬَﺪﻱِ ﻫَﺪْﻱُ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﺻَﻞَّ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ، ﻭَﺷَﺮَّ ﺍﻷُﻣُﻮْﺭِ ﻣُﺤَﺪَﺛَﺎﺗُﻬَﺎ، ﻭَﻛُﻞَّ ﻣُﺤْﺪَﺛَﺔٍ ﺑِﺪْﻋَﺔٌ ﻭَﻛُﻞَّ ﺑِﺪْﻋَﺔٍ ﺿَﻼَﻟﺔٍ ﻭَﻛُﻞَّ ﺿَﻼَﻟَﺔٍ ﻓِﻲ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ.

 

Ikhwan fiddin a’azzakumullah, kaum muslimin rahimani wa rahimahullah

Kita sudah mendengar dan mengalami apa yang teradi pada saudara-saudara kita, pada kita di beberapa tempat yaitu musibah-musibah yang menimpa kaum muslimin. Dan Allah -Subhanahu wa Ta’ala- berfirman
ما أَصابَ مِن مُصيبَةٍ إِلّا بِإِذنِ اللَّهِ
“Tidaklah menimpa manusia satu musibah kecuali dengan izin Allah.” (QS. At Taghaabun: 11)
وَمَن يُؤمِن بِاللَّهِ يَهدِ قَلبَهُ
Siapa yang beriman kepada Allah maka Allah akan berikan petunjuk pada hatinya.
وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيءٍ عَليمٌ
“Dan Allah atas segala sesuatu Maha Mengetahui.”

Kaum muslimin rahimani wa rahimahullah,
Ayat ini memberikan kepada kita sekian pelajaran, banyak faidah-faidah yang Allah berikan kepada kita dengan kalimat yang ringkas dalam ayat Allah -Subhanahu wa Ta’ala- di surat At Taghaabun: 11.
Pertama, Allah katakan
ما أَصابَ مِن مُصيبَةٍ إِلّا بِإِذنِ اللَّهِ
“Tidaklah menimpa seseorang, menimpa satu kaum satu musibah kecuali biidznillah.”
Biidznillah.. dengan izin Allah maksudnya dengan takdir Allah -Subhanahu wa Ta’ala-.
“Bi qodhoihi wa qodarihi” dengan keadilan Allah, dengan hikmah Allah. Allah -Subhanahu wa Ta’ala- merencanakan sesuatu. Dan Allah Maha Adil Maha Memiliki Hikmah.
Kemudian, disambung oleh Allah dengan kalimat
وَمَن يُؤمِن بِاللَّهِ يَهدِ قَلبَهُ
“Siapa yang beriman kepada Allah maka Allah akan berikan petunjuk pada hatinya.” […]

⚡🔥⛈Tidaklah Satu Musibah Datang, Kecuali Dengan Takdir Allah سبحانه و تعالى

bencana lombok

Tidaklah menimpa musibah di muka bumi ini, tidak pula pada diri-diri kalian kecuali sudah dicatat dalam Kitabullah…

مِن قَبلِ أَن نَبرَأَها

(QS. Al Hadiid: 22)

sebelum terjadinya.

Apakah gempa di Lombok ataupun gempa di Palu dan tsunami di Palu. Semua sudah tercatat..

في كِتابٍ مِن قَبلِ أَن نَبرَأَها

(QS. Al Hadiid: 22)

إِنَّ ذٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسيرٌ

Sesungguhnya yang demikian mudah bagi Allah.

Kemudian Allah katakan pada dalam yang kita bahas..

ما أَصابَ مِن مُصيبَةٍ إِلّا بِإِذنِ اللَّهِ

(QS. At Taghaabun: 11)

Tidaklah menimpa manusia satu musibah kecuali dengan takdir Allah..

وَمَن يُؤمِن بِاللَّهِ يَهدِ قَلبَهُ

(QS. At Taghaabun: 11)

Siapa yang beriman kalau itu takdir Allah maka Allah akan berikan bimbingan pada hatinya.

Allah akan berikan petunjuk hidayah pada hatinya..

وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيءٍ عَليمٌ

yakni orang yang sabar menerima kalau ini takdir dari Allah subhanahu wata’ala dengan keadilannya maka apa yang Allah berikan padanya dari  kesabaran itu lebih tinggi nilainya dari semua apa yang hilang dari dia. Masya Allah.

ما أَصابَ مِن مُصيبَةٍ إِلّا بِإِذنِ اللَّهِ ۗ وَمَن يُؤمِن بِاللَّهِ يَهدِ قَلبَهُ ۚ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيءٍ عَليمٌ

(QS. At Taghaabun: 11)

💥Tidaklah menimpa satu musibah pun, kecuali dengan izin Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Dan siapa yang beriman, Allah akan berikan petunjuk kepadanya. Beriman bahwa musibah tadi dari Allah subahanahu wata’ala min qudrotillah au min qodarillah yang harus dia terima dengan sabar. Maka Allah berikan petunjuk pada hatinya.


🔊Pemateri:
Al-Ustadz Muhammad bin Umar As-Sewed hafidzahullah

💿Audio 1: https://bit.ly/2RD36tI

💿Audio 2: https://bit.ly/2A1vWxk

Benarkah Bencana Tidak Berkaitan Dengan Kesyirikan Dan Dosa Tapi Hanya Fenomena Alam Biasa??

(Dia ambi dari tema asli yang berjudul KARENA DOSA yang ditulis Oleh Qomar Zaenudin Abdullah Lc)

Ada orang bilang, jangan kaitkan bencana dengan dosa. “Dosa tidak bisa dijadikan alat ukur terjadi bencana sebab ada orang atau komunitas lain yang lebih banyak dosanya, justru tidak mendapatkannya.”
“Jadi, adanya gempa bumi atau tsunami, itu adalah bencana dari peristiwa alam.”
“Bencana gempa bumi harus dilihat ilmu geologi. Mereka melihatnya dari sisi lempengan bumi menggerak. Di atas magma di dalam perut bumi. Ada yang ahli di bidang itu,”

Saudaraku, kalau yang mengucapkan kata-kata di atas adalah seorang ateis anti tuhan, akan kami katakan: […]

Antusiasme Berbagai Pondok Pesantren Dalam Program Peduli Bencana

Musibah gempa dan tsunami yang melanda Lombok dan Sulteng membangkitkan solidaritas kaum muslimin. Mereka tergerak untuk membantu dan menolong saudara mereka di lokasi terdampak bencana. Atas nama panggilan agama dan kemanusiaan mereka berbuat.

🌏 Persiapkan Relawan Santri, Medis dan Ikhwan Serbaguna

Asatidzah pondok pesantren ahlussunnah di Indonesia bergerak cepat. Zonasi per daerah telah ditetapkan. Koordinasi per zona ada di tiap pondok pesantren setempat.

Ma’had Dhiya’us Sunnah masuk Zona Tiga. Zona ini menaungi wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan, Bandung, Tasikmalaya, Ciamis dan Purwakarta.

Malam Sabtu (5/10), ikhwan salafiyyin Cirebon bersama perwakilan tim medis (KKM Kiswah), dan pengurus pondok, mengadakan rapat umum. Bertempat di kantor pondok.

Pertemuan semacam ini penting. Selain mempererat silaturahmi. Juga menyamakan persepsi, terkait apa yang perlu dilakukan di lokasi bencana. Rapat di bawah arahan koordinator nasional program Peduli Bencana. […]

Bakti Santri untuk Negeri

MENGHAFAL ayat-ayat Alquran. Merenungi makna hadis. Memahami kitab nahwu. Para penuntut ilmu tak pernah jemu. Mereka bertarung dengan waktu. Di balik dinding asrama. Di antara gema azan. Terus menghunus semangat. Hingga saat tertentu. Tiba waktu turun gunung.

Begitu sekelumit kehidupan santri. Di pondok-pondok pesantren ahlussunnah. Belajar ilmu agama. Merupakan bagian dari jihad. Dengan secarik kertas dan sepercik tinta. Menumbuhkan pribadi yang tabah. Individu tangguh. Siap berdakwah di mana pun. Demi syiar agama. Demi menunaikan doa ayah-bunda.

Tanggung jawab seorang santri tidak ringan. Usai nyantri. Bersiap jadi da’i. Menyampaikan ilmu yang diraih. Menunjukkan akhlak mulia. Mengamalkan bimbingan nabi. Di setiap inci kehidupan. Santri yang beranjak dewasa. Juga menjadi bagian masyarakat. Mesti membina hubungan sosial yang baik. Dengan lingkungan sekitar. Sesuai aturan Alquran.

Pelibatan santri dalam aksi kemanusiaan. Merupakan sarana efektif. Guna membangun jiwa solidaritas. Sekaligus mendidik proses pendewasaan. Duka Lombok masih terasa. Menyusul Palu. Donggala. Disapa nestapa. Harapan mesti tetap menyala. Tak boleh sirna. Tiap sudut kota melesatkan doa. Mengiringi aksi para pemuda. Di kawasan terdampak bencana. […]

Transkrip Audio Rekaman Taushiyah Peduli Gempa Lombok, Palu dan sekitarnya

Taushiyah Peduli Gempa Lombok, Palu dan sekitarnya bersama Al Ustadz Muhammad bin Umar As Sewed -hafidzahullah-

إِنَّ الْحَمْدَ لله نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بلله مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ الله فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إله إلا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ, صلى الله عليه وعلى آله وأصحابه والتابعين و تابع التابعين و من تابعهم بإحسان إلى يوم الدين

Ikhwani fiddin a‘azzakumullah, sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa musibah demi musibah terjadi di negeri ini, khususnya dan terjadi pula di tempat-tempat lain.
Maka ini adalah –barakallahu fiikum– suatu pesan dari Allah -Subhanahu wa Ta’ala- setelah gempa lombok, yang memporak porandakan sekian desa dan kota di sana,kemudian gempa dan tsunami di Palu dan sekitarnya, tidak berapa lama kemudian gunung meletus di Sulawesi Utara.
Ini –barakallahu fiikum– merupakan fitnatun, wa fitnatun, wa fitnah…
Fitnah yang pertama, fitnah bermakna adzab yang Allah -Subnahu wa ta’ala- berfirman :

وَاتَّقُوا فِتْنَةً لَا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً

“Takutlah kalian pada satu fitnah (satu bencana) yang tidak hanya menimpa orang dholim saja di antara kalian.” (Q.S Al Anfaal : 25)
Artinya akan merata, karena di tengah-tengah kalian ada orang yang dholim, yang layak diadzab, maka Allah turunkan adzab yang mengenai mereka dan mengenai selain mereka. […]

Syirik dan Maksiat Sebab Munculnya Bencana, Gempa, Tsunami Dan Lain-Lain

(Disadur ulang menjadi 2 tulisan dari artikel Sebab Musibah Menimpa yang ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Ubaidah Syafruddin –hafidzahullah-)

Di antara perkara yang menjadi sebab terjadinya musibah adalah sebagai berikut.

  1. Syirik dan mendustakan (ajaran) para rasul

Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahumullah berkata dalam nasihat beliau seputar masalah gempa bumi, “Abu Syaikh al-Ashbahani telah meriwayatkan dari Mujahid rahimahumullahtentang tafsir ayat:

Katakanlah, ‘Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepadamu, dari atas kamu.’ (al-An’am: 65)

Ia berkata, ‘Yaitu suara keras yang mengguntur, batu, dan angin.’

‘Atau dari bawah kaki kalian.’

Ia berkata, ‘Yaitu gempa bumi, dibenamkan ke dalam bumi (beserta segala sesuatu yang ada di atasnya)’.” […]

Bertaubatlah…Karena Bencana Alam Bukan Sekedar Kejadian Alam Biasa

(Disadur ulang menjadi 2 tulisan dari artikel Sebab Musibah Menimpa yang ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Ubaidah Syafruddin –hafidzahullah-)

Banyak manusia yang tidak mengetahui tentang berbagai hal yang menjadi sebab terjadinya musibah, hikmah Allah Subhanahuwata’ala dalam hal ini, dan berbagai pengaruh bencana serta musibah—yang syar’i atau qadari (alami)—terhadap orang yang terkena musibah. Yang perlu dipahami, bukanlah suatu kemestian bahwa musibah menimpa sebagian orang karena dosa mereka lebih besar ketimbang dosa selain mereka yang tidak terkena musibah.

Musibah yang terjadi di negeri muslim dan tidak terjadi di negeri-negeri yang zalim, tidak menunjukkan bahwa negeri zalim itu selamat dari bencana. Ketahuilah, bencana yang terjadi tidak hanya berwujud gempa, tsunami, letusan gunung berapi, badai, dan yang lainnya. Akan tetapi, bencana bisa berwujud kekacauan keamanan, lemahnya perekonomian, menyebarnya penyakit, kebakaran yang menakutkan, peperangan yang menghancurkan, yang semuanya berujung pada kematian sekian ribu jiwa. Semua ini terjadi di negeri-negeri zalim yang secara lahir selamat dari bencana alam. Berapa ratus ribu jiwa penduduk Eropa yang mati selama dua kali perang dunia? Berapa banyak Amerika dan Rusia kehilangan tentaranya pada tahun-tahun terakhir invasi yang mereka lakukan?

Britania Raya (Inggris) dulu dikenal sebagai negara yang tidak pernah matahari tenggelam di sana. Uni Soviet terkenal dengan berpuluh-puluh negara bagiannya. Namun, tiba-tiba kedua negara tersebut tercerai-berai menjadi negara-negara kecil. Berapa banyak negara yang dahulu mereka cerai-beraikan serta berapa banyak mereka dahulu melakukan penindasan dan kezaliman?

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin berkata, “Sesungguhnya mayoritas manusia pada hari ini mengaitkan musibah yang terjadi—baik dalam hal perekonomian, keamanan, maupun politik—dengan sebab yang bersifat materi saja. […]

🔥💥⚡(AUDIO) Azab Pedih Kaum LGBT – Al Ustadz Muhammad bin Umar As-Sewed hafidzahullah

🔥💥⚡Azab Pedih Kaum LGBT⚡💥🔥

💿📝Oleh: Al Ustadz Muhammad bin Umar As-Sewed hafidzahullah

Bagaimana kaum Luth setelah pergi nabi dan keluarganya,

إِلَّا امرَأَتَهُ كانَت مِنَ الغابِرينَ

(QS. Al-A’raaf: 83)

kecuali istrinya yang ternyata terbawa dengan kaum LGBT. Maka Allah angkat negeri mereka dan Allah balikkan…

فَجَعَلنا عالِيَها سافِلَها

(QS. Al Hijr: 74)

Maka Kami jadikan yang atas jadi yang bawah.

🔥Azab yang sangat mengerikan. Diangkat tinggi sampai diriwayatkan kokok ayamnya dan gonggongan anjingnya terdengar di langit sana, saking tingginya. Kemudian dihempaskan dalam keadaan terbalik dan bekasnya masih ada sekarang yaitu menjadi lautan yang lautannya tidak barokah sampai hari ini. Laut mati.. yang tidak ada kehidupan di dalamnya. Tidak ada ikan. Tidak ada udang. Tidak ada apapun kehidupan apapun padanya. Azab yang belum berakhir sampai hari ini. Masih terlihat bekas azab. Bagaimana lautan tidak menghasilkan apapun.

Ikhwan fiddin ‘azzakumullah,

أَفَلا تَذَكَّرونَ

(QS. Huud:30)

Tidakkah kalian mau mengambil pelajaran?

أَفَلا تَعقِلونَ

(QS. Al Baqarah: 44)

Tidakkah kalian mau berfikir?

Apakah umat ini akan membiarkan mereka mendakwahkan kebatilan-kebatilan, kemudian kita diam?! Mereka yang memiliki kemampuan. Mereka yang memiliki jabatan. Mereka yang memiliki kedudukan. Kemudian diam?! Mereka lebih terancam dengan ancaman-ancaman yang besar dan kita khawatir kalau sampai umat ini tidak saling menegur tidak saling mengingatkan dan membiarkan mereka seakan-akan itu adalah hak asasi manusia. Maka tidak salah kalau kemudian Allah menimpakan azab  pada negeri ini. Dan Allah tetap Maha Adil. Kalau Allah menimpakan azab yang merata (kepada) yang melakukan dan yang tidak melakukan.  Yang tidak melakukan kesalahan, mereka adalah diam dari kemungkaran. Membiarkan sejenis kaum Luth, kaum LGBT berbicara mendakwahkan dalam keadaan yang lain diam dan menyatakan: itu hak mereka.. biarkan saja.

Bukan masalah hak mereka, kalau turun azab kita akan terkena

وَاتَّقُوا فِتْنَةً لَا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً

(QS al Anfaal: 25)

.. takutlah kalian pada satu azab yang tidak akan menimpa kaum dzalim saja dari kalian.

💿Audio:

💿Download: https://bit.ly/2DQSJj8


Silakan dishare: http://www.salafycirebon.com/audio-azab-pedih-kaum-lgbt.htm